Home » catper, on media

JPers on I-Radio 89,6 FM

19 December 2013 No Comment

I-Radio, 18 Desember 2013 @18:30

Siapa yang tak bosan dan jemu melewati jalanan Jakarta yang padat di jam pulang kerja. Hampir semua ruas jalan penuh oleh kendaraan dan lalu lalang penghuni Jakarta. Salah satu hal yang bisa menemani kita saat terjebak kemacetan adalah dengan mendengarkan radio. Dan Sore kemarin Jejak Petualang Community hadir atas undangan IRadio untuk mengisi talkshow komunitas dalam sebuah program Sore Sore yang dibawakan oleh host Kiki dan Ojip.

Sore itu kami berenam mewakili @Jepecom dalam talkshow membahas tentang komunitas yang kami hidupi ini. Ada Riri, bang Boim, Tante Nhana, Silmi, Emon dan Kohan. Segmen pertama mengupas singkat sejarah Jepecom, dari awal mula kumunitas ini berdiri hingga perjalanan 10 tahun ini. Bulan depan tanggal 10 januari, Ultah Jejak Petualang Community memperingati hari jadi kebersamaan kami di komunitas ini. Diawali dari Forum TV7 kemudian beralih ke dunia milist di jejakpetualang@yahoogroups.com yang dibuat oleh Om Dody Johanjaya sebagai founder acara Jejak Petualang. Dan sekarang makin eskis merabah dunia social media.

Tak terasa, member dan follower Komunitas ini telah mencapai angka 18.000 member di group FB dan 12.000 follower di twitter dengan id @jepecom ini. Serta masih ada 1000an member yang mendaftarkan datanya di web www.jejakpetualang.org. Terus apakah yang menjadi pertanyaan Kiki dan Ojip seputar dunia hobi yang kami hidupi ini?.

Apakasih kegiatan Jepecom ini?.

Basic komunitas ini adalah dari penggemar program Jejak Petualang dari TRANS7. Kemudian menjadi komunitas yang bergerak di dunia Travelling. Bukan hanya gunung, meskipun sebagian besar dari kami berawal dari hobi mendaki gunung. Kemudian dengan keberagaman minat khusus pada dunia petualangan maka komunitas ini pun mulai mencoba kegiatan lain selain gunung. Ada Climbing, Rafting, Caving, Biking, Mountaineering, dan kemudian menjelma menjadi seorang JPers. Yah JPers yang lucu dan unik ini 

Terus bagaimana cara untuk bergabung dengan Jepecom?.

Kami adalah sebuah komunitas, bukan sebuah organisasi. Tapi bukan berarti kegiatan kami tidak terarah dan kami tidak solid. Untuk bergabung dengan komunitas Jepecom tidak ada persyaratan khusus. Cukup bergabung dengan kami di social media maupun kopi darat yang hampir setiap malam minggu di Plaza festival Jakarta, sedangkan untuk yang berdomisili di kota lain saat ini JPers juga ada di beberapa kota seperti: JPers Regional Jatim, JPers Regional Jabar, Jpers regional Jateng dan JPers Makassar.

Apa sih tujuan bergabung dan misi jepecom?.

Dunia internet yang berkembang pesat saat ini, tak dapat dipungkiri semakin memudahkan seseorang untuk mendapatkan informasi. Karena hal itulah gaya hidup berubah, termasuk gaya hidup para petualang itu sendiri. Dan saat ini JPers sangat konsen dengan yang namanya Attitude yang harus dimiliki oleh seorang petualang.

Attitude yang seperti apa sih?

Dengan kemudahan informasi yang di dapat saat ini terkesan seorang petualang pemula atau bahkan yang sudah senior meremehkan  ilmu-ilmu dasar yang harus dimiliki oleh seorang petualang. Coba kita liat? Benarkah gunung itu bersih dan alamai seperti mimpi kita saat kecil dulu? Dan ternyata yang kita temui Gunung adalah tempat sampah tertinggi di bumi ini. Wow!. Begitu juga nasib sungai, dan lautan. Itu ulah siapa? Bukan siapa-siapa, para petualanglah yang membawa sampah itu hingga ke puncak-puncak tertingga juga hingga ke dalamnya lautan.

Bener ga sih pencinta alam itu cinta sama alam kita? Kalo munurut hastag #rempakem-nya bang Boim itu… cinta sih, tapi nggak cinta-cinta amat. Masih banyak kok yang ngakunya pecinta alam tapi buang sampah sembarangan, masih banyak kok yang namanya pecinta alam tapi mencemari sungai, masih banyak kok pecinta alam yang menyimpan edelweis kering di saku dompetnya. Bener gak sih?

Terus pertanyaan berikutnya: Sendal gunung itu?

Tidak ada yang namanya sandal gunung. Sendal itu hanya digunakan saat kita sudah camping di suatu tempat, atau saat soft trekking. Bukan saat kita sedang berpetualang dengan trek yang cukup parah. Masih banyak yang berpikiran suka-suka gue… kaki-kaki gue. Tanpa mereka sadari kaki adalah inventaris utama yang harus dijaga oleh seorang petualang. Dengan kaki yang cidera makan akan mengurangi kenikmatan dalam berpetualang. Contoh saja, kuku yang pecah saat tersandung batu maka bisa dipastikan kita tidak akan bisa menikmati petulangan yang kita jalani. Belum lagi jika terkena musibah lain, seperti tali sandal yang putus. Nah loh.. mau diiket biar kaya pendekar kesiangan?

Dan tentunya kita tidak tau kapan menjadi orang yang beruntung terus. Untung kakinya masih utuh, untung kukunya cuma pecah atau cuma lepas, untuk bisa kepuncak pake sandal jepit dengan bangganya. Dan oleh kerena itu, sepatu trek adalah hukumya wajib dan mutlak bagi seorang petualang.

Masih banyak lagi pertanyaan seru yang sepertinya membuat Ojip pengin merasakan puncak pertamanya di tahun 2014 nanti. Karena keterbatasan waktu, tentunya kami dari Jepecom dan sang host tidak bisa mengorek banyak keterangan lebih banyak tentang kelakuan kami di alam. Hanya satu tujuan kami di komunitas ini yaitu “to be one with nature” seperti selogan komunitas ini. Dengan segala keterbatasan kami dari Jejak Petualang Community mengucapkan maaf jika ada salah kata dan terima kasih sebesar-besarnya kepada IRadio yang telah mengundang kami bercanda ria di udara… jayalah selalu IRadio, salam. [hans]

  

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.